11
Jan
09

REFLEKSI

Semua berawal ketika pada akhirnya aku harus menyadari betul apa itu arti dari sinonim.
Semua yang tampak belum tentu begitu, karena ternyata semua…. Nisbi,

Apa yang akan kalian lakukan jika mendapati kalian harus terjatuh pada saat melangkah?

Apakah hanya terdiam, terdiam hingga ada seseorang mengulurkan tangannya padamu dan berkata ”ayo bangun”, atau justru dengan sangat cepat kalian segera bangkit, bangkit dan terus meneruskan jalan yang masih panjang dan penuh misteri ini?

Bukanlah seorang aku yang terlalu banyak mengerti akan kehidupan, hanya seorang yang ingin berbagi cerita mengenai panggung tak bermuara yang dapat dengan mudah dikendalikan. Sebuah dongeng akan proses pendewasaan berlanjut yang akan mengantarkanmu pada kepalsuan malam di kejamnya topeng keindahan dunia ini.

C I N T A

Cinta, siapa yang tidak mengenal cinta?
5 kata yang memiliki beribu makna, katanya. Kemana cinta pergi ketika banyaknya manusia saling cemooh, saling mengumpat dan saling caci. Oh, mungkin itu salah satu dari beribu maknanya cinta.

Cinta ya, cinta itu indah …

Apa iya?? Dimana letak indahnya?. Kemarin kulihat berita di TV, ada seorang ibu yang demi cintanya pada sang buah hati, ia rela membunuh buah hati yang dicintainya itu dengan alasan takut tidak dapat membesarkannya, hanya karena himpitan ekonomi.

Lho, setahuku rizeki dapat dicari bukan? anak juga merupakan rezeki yang diturunkan Tuhan kepada umatnya, hal itu yang pernah aku dengar dari guru ngajiku dulu. Lalu dimana letak indahnya cinta??

Aha, mungkin indahnya cinta terletak ketika uang-uang bergulir masuk dengan mudahnya ketika kita menjilat para pemilik uang lebih, atau cinta indah ketika kita harus banyak menipu dan banyak menjanjikan sesuatu yang bahkan tidak mungkin untuk di laksanakan, seperti yang dilakukan oleh beberapa bapak-bapak dan ibu-ibu yang terhormat yang notabene adalah calon pemimpin dari makmur dan sejahteranya bangsa kita ini.

Hah, makmur dan sejahtera??? Jangan ngimpi, ayo bangun. Hari sudah semakin sore, sudah semakin tua, malu kita pada tetangga yang dengan mudahnya memperolok bangsa kita.

Biarkan, biarkan mereka memperolok bangsa kita. Toh kita juga bisa kok kalau hanya mengolok-olok, negara kita kan negara yang penuh dengan olokan.hehe,

Kemarin, saya melihat beberapa orang terkemuka yang pernah menjadi orang nomor satu di negara kita ini mengolok-olok pak presiden di televisi. Kalau mereka saja yang pernah menjadi nomor satu, yang pernah menjadi sorotan dan menjadi contoh bisa mengolok-olok kenapa kita tidak?

Terserahlah, kalau semua orang kerjanya hanya saling olok dan saling menjatuhkan satu sama lain, lalu kemana lagi sanjungan dan rasa hormat pergi? Pergi kok gak pamit,

Sudah, kita tidak perlu pusing dengan olok mengolok. Semua itu sudah ada yang menangani dan sedang dalam tahap wacana..?!

P U Y E N G

Jangan puyeng-puyeng, kita ini tidak pantas untuk puyeng…

Lalu siapa yang seharusnya puyeng? Puyeng kok gak boleh…

Bukannya gak boleh, tapi gak pantas. Yang seharusnya puyeng itu adalah mereka-mereka yang membuat kita menjadi puyeng seperti ini, jangankan untuk puyeng, merasa bersalah saja tidak. Pantaskan mereka untuk puyeng?

Tapi, kalau mereka yang puyeng. Lalu yang mengobati puyengnya kita siapa? Lha wong obat puyeng kita ini tidak tersedia di apotek kok. Kalaupun ada, siapa yang mau beli??? Buat beli yang lain aja masih puyeng, malah buat beli obat puyeng.

Kalau gitu, salahmu sendiri pake acara puyeng-puyeng segala, udah tau gak ada obatnya. Ngapain puyeng, aku aja gak puyeng kok.

Lho, gimana kamu mau puyeng, orang kamu ini gak punya kepala untuk di puyengi kok, gak punya otak. Kalau kamu punya kepala, kamu punya otak, otomatis kamu juga gak akan njual barang-barang daganganmu ini dengan harga mahal tho?! Habis kesabaran saya kalau begini terus, saya lebih baik kena komplikasi penyakit dalam kemudian mati mendadak, daripada harus mati secara perlahan karena puyeng.

hus, jangan gitu… kamu kira enak jadi orang yang gak puyeng?
Aku memang gak puyeng tapi bingung, bingung menghadapai orang-orang puyeng yang datang ke tempatku, daganganku jadi gak laris, sudah dua bulan lebih beras-beras ini tidak ada yang beli karena mereka lebih memilih nasi aking atau gaplek untuk makan. Kenapa orang-orang selalu menyalahkanku, menudingku, memarahiku, padahal kan aku cuma menyamakan harga pasaran dan harga yang telah ditetapkan orang-orang pusat sana.

Lalu, kenapa kamu gak ikut berdemo saja seperti mereka?

Gak mau ah, nanti saya di pukuli bapak-bapak yang pake seragam coklat-coklat.

Ooo, terus gimana dong buat nyembuhin puyengku ini? Masalahnya kalau terus dibiarkan, penyakit puyengku ini malah akan menimbulkan penyakit-penyakit lain.

Lho kok bisa?

Bisa lah, gara-gara puyeng anak balitaku jadi kena gizi buruk.
Gara-gara puyeng juga, anakku yang satunya lagi stress gara-gara putus sekolah.
Belum lagi, gara-gara puyeng anakku yang paling besar jadi lumpuh gara-gara kecapekan muter-muter kota tiap harinya buat cari kerjaan.
Puyeng juga yang bikin suamiku kena serangan jantung, karena tagihan rantenir dan tagihan bank selalu nagih mendadak.
Nanti, kalau terus dibiarkan mau jadi apalagi puyeng ini??

Tenang-tenang, sekarang jangan puyeng lagi. Aku barusan dengar berita di radio kalau orang-orang yang seharusnya puyeng itu sedang puyeng memikirkan hak-hak yang akan menjadi obat puyeng kita selama ini,

Hah, bener kamu??

Hak apa ya? Emang hak bisa jadi obat?

Gak tau namanya aja susah, aku gak bisa ngejanya. Biarin aja mereka yang tau, kita gak cukup otak buat mikiri hak-hak itu.

Kamu tau dari sapa kalau hak bisa nyembuhin puyeng?

lha wong tadi ada salah satu dari mereka yang di wawancarai.

Terus dia bilang apa? Bilang kalau mereka juga puyeng gitu?

Bukan, mereka bilang kalau semua obat puyeng akan segera diberikan pada masyarakat, dan sedang melalui tahap wacana?!

L I B U R

Liburan itu menyenangkan,

Kenapa??

Ya menyenangkan, karena dengan liburan kita bisa melepas penat setelah melewati rutinitas padat yang selalu di lalui tiap harinya,

Iya, menyenangkan. Apalagi ketika dagangan saya diborong habis,
Menyenangkan lah, omset hotel dan sarana hiburan yang telah kamisediakan akan naik tentunya.

Ooo, jadi liburan itu mnyenangkan ya… hal itu dirasakan semua orang tidak ya??

Kalau liburan menyenagkan, kok kemarin saya melihat ada anak yang menghabiskan masa liburan sekolahnya dengan memulung sampah dari tiap-tiap tong sampah rumahan? ketika saya tanya mengapa mereka tidak pergi berlibur bersama keluarga, mereka malah menjawab bahwa mereka tidak mempunuai biaya, dan dengan memulung mereka akan memperoleh uang tambahan untuk jajan dan sebagian untuk membantu orang tuanya.

Ah, itu kan hanya akal-akalan orang tua mereka saja, mereka bukan tidak memiliki biaya, tapi memang tidak pernah punya. Itu saja,

Aneh, tapi kenapa banyak juga tempat-tempat rekreasi yang dipadati oleh kendaraan mewah? Bahkan nomor plat mereka kebanyakan berasal dari luar kota?

Ah, kendaraan mewah kan bisa di sewa. Kalaupun punya sendiri juga biasanya setelah liburan tidak pernah dipakai lagi, yah, hanya menjadi pajangan di garasi juga sudah cukup membuktikan bahwa ia kaya. Dan bagi orang miskin yang tidak memilikinya pasti akan cemburu.

Aneh, kenapa harus ada si kaya dan si miskin?

Pertanyaan bodoh, itu kan hanya perbandingan dari hasil survey yang belum jelas dari orang-orang yang juga belum jelas. Mereka kan cuma mau kita ini simpatik, kita segan, kita senang karena biasanya jika sudah ada si miskin, maka si kaya akan dengan mudah memberi harapan ketika kita di iming-imingi janji-janji yang kebanyakan memihak terhadap rakyat kecil, ya seperti kita ini. Padahal, siapa butuh janji? Siapa butuh iming-iming? Orang kita bukan rakyat kecil kok, kita bukan bangsa kecil. Bangsa kita besar, kata guru antropologiku waktu SMA, bangsa kita ini memiliki berbagai macam suku bangsa, bahasa, dan budaya, sedangkan guru geografiku pernah mengatakan bahwa bangsa kita ini memiliki sumber kekayaan alam yang sangat melimpah jika dibandingkan dengan bangsa lain.

Lho, tunggu dulu. Katanya hasil alamnya melimpah, lalu kenapa kita juga harus mengimpor berbagai macam kebutuhan dari luar negeri?

Oh, kalau masalah itu. Kita bicarakan nanti saja, karena hal ini masih dalam tahap wacana..?!

T I D U R

Bangun, bangun ?!

Bangkit, bangkit ?!

Kok tidur terus ???

Kamu tidur atau pura-pura tidur , tuan ???

Itu lho, orang-orang di depan udah pada ngerusak pager. Kamu kok malah diem aja tuan?

Biarin aja, nanti kalau pagernya rusak tinggal di perbaiki. Kan lumayan, sisa ongkos benerin pagernya bisa buat beli dua mobil baru untuk aku.

Eh, duit dari mana?

Duit mah gampang, bisa diusahain. Udah, jangan berisik terus !! aku masih ngantuk. Tadi malem aku begadang nonton bola.

Lho, tadi malem kan mati lampu? Tuan nono bola dimana?

Hah, rumah kita mati lampu? Aku kira fasilitas di rumah yang kata orang-orang mewah ini sudah sangat memadai, kalau gitu besok aku mau minta proses pembenahan rumah segera di selesaikan.

Tapi kan pemadaman lampu memang sedang trend tuan.

Sok tau kamu,

Tapi, tuan tadi malam nonton bola dimana? Kok lampunya gak mati? Wah, tau gitu saya ikut tuan aja tadi malem, daripada harus ngejagain anjing tetangga biar gak lepas terus ngegigit anak kecil lagi.

Oh, aku tadi malem nonton bola di stadionnya langsung dong. Stadionnya bagus, walaupun pertandingannya malam hari, lampu nyala terus jadi gak malu-maluin. Gak kaya stadion…. aduh, apa ya namanya…. kok aku lupa ya…. kayak nama pejuang, tapi siapa ya???

Maap ya tuan, makanya kalau pas sekolah dulu gurunya di dengerin, Guru kok gak di hargain !!

Tau apa kamu soal sekolah saya?!

Maap tuan, saya bukannya mau menghina tuan. Tapi kata teman saya yangdulunya pernah satu kelas sama tuan, katanya tuan tidak lulus ya? Kok bisa jadi anggota patinggi rakyat ya tuan?

Ah, kalo masalah ijazah palsu itu cuma bisa-bisanya mereka yang mau menjatuhkan saya saja.

Tapi tuan, saya kan tidak bilang kalau ijazah tuan palsu….

Sudah, kamu cuma ganggu istirahat saya saja.

Saya mau tidur lagi, mending kamu kasih makan peliharaan-peliharaan sayasi Agung itu. Sudah berpuluh-puluh tahun tapi mereka belum bisa makan sendiri, jadi harus di suapi.

Baik tuan.

Oh iya tuan, wacana-wacana yang tuan kabari di beberapa media itu sudah di tindak lanjuti belum ya? Saya mau tau tuan, masalahnya pacar saya Ponirah, sudah dimarahi majikannya terus sampai-sampai di setrika punggunggnya gara-gara masalah wacana gajinya yang gak jelas, setiap di tagih pasti majikannya marah-marah.

…………………….

…………………….

Tuan…..

Tuan…..

Tuaaaannnn…..

Oh, sudah tidur lagi toh….

Bangunya bakal lama nih, 4 tahun lagi….

Kalau sudah mau ada pilih memilih,

Walaupun diteriaki juga gak akan bangun,

Huh, tuan-tuan…..

Setiap bangun kok cuma ngasih wacana ?!

– -

CINTA, PUYENG, LIBUR, dan TIDUR

Beberapa dari banyaknya sketsa kehidupan bermasyarakat di tempat ini,
Tempat yang masih memiliki banyak lubang untuk benahi,

Namun,
Cinta,  seharusnya tak akan pernah berhenti untuk mengobati rasa sakit di kepalaku akibat libur atau tidur yang berkepanjangan,

Karena satu hal,

Semua ini tanggung jawab bersama,

Mari kita perangi seluruh ketidak adilan dan keadilan bagi orang yang tidak pernah adil agar menjadi sesuatu yang adil demi mewujudkan keadilan yang tanpa harus di adili terlebih dahulu untuk menjadi adil… ?!

.: iMa :.


0 Responses to “REFLEKSI”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3 other followers

January 2009
M T W T F S S
    Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d bloggers like this: