13
Jan
09

anak belajar dari orang tua

p10101081

Aturan dan kedisiplinan perlu ditegakkan sejak dini. Menurut H. Fuad Nashori, S.Psi,M.si Psikolog dan dosen Psikologi UII, sedikit aturan tetapi konsisten menjalankannya akan lebih baik dibanding banyak aturan namun tidak konsisten dilakukan. Artinya, konsistensi dan model perilaku orang tua adalah contoh dan penguat perilaku anak. Selain konsistensi, bentuk aturan juga disesuaikan dengan usia dan perkembangan mental anak. Beberapa hal perlu terus diubah sesuai perkembangan anak, misalnya untuk mendidik anak mengelola keuangan, kapan mulai diberikan uang jajan harian, dan kapan waktu yang tepat diberi uang saku mingguan atau bulanan.

Tanpa kita sadari anak belajar banyak hal dari orang tua. Misalnya anak tidak masuk sekolah dan orang tua berbohong dengan mengatakan pada guru bahwa anak sakit. Hal tersebut bisa dijadikan cara untuk membenarkan kesalahan yang diperbuat. Demikian pula dengan penurunan prestasi, banyak kata-kata yang akan dikemukakan sebagai pertahanan diri. Misalnya sekolah tidak sesuai pilihan, jurusan tidak saya minati, atau alasan lain yang dianggapnya masuk akal.

Fuad meyakini, hal-hal tersebut diatas tidak seharusnya terjadi jka dari awal ada kesepakatan bersama dalam menentukan pilihan, sehingga anak mau dan mampu bertanggung jawab atas pilihannya. Dengan demikian proses belajar dan aktifitas lainnya tidak terganggu. Untuk itu, menurut Fuad, arahan dan pendampingan orang tua pasca kesepakatan harus terus dilakukan. Jika dalam perjalanan terjadi hal-hal di luar rencana, orang tua dan anak tidak boleh saling menyalahkan. Sebaiknya diskusilah untuk membuat perubahan-perubahan aturan main, misalnya membuat pola belajar baru untuk mengejar prestasi.

Memberikan anak pertimbangan dan pilihan memang kewajiban kita sebagai orang tua. Namun hanya sebatas pertimbangan saja. Pilihan sebaiknya tetap di tangan anak karena dialah yang akan menjalaninya, kecuali pilihan itu bisa membahayakan dirinya.

Setiap anak memiliki keinginan mengekplorasi lingkungannya. Mereka memandang dunia dengan penuh rasa ingin tahu, seakan siap menjelajah dunia luar untuk berkembang menjadi apa pun. Tugas orang tua adalah memahami keinginan anak melalui bakatnya. Pemahaman atas bakan ini akan membantunya meraih masa depan.

*foto: google_


0 Responses to “anak belajar dari orang tua”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3 other followers

January 2009
M T W T F S S
    Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d bloggers like this: