13
Jan
09

bahasa tinggal rasa

Tak ada lagi celah untukku bersandar
Terkungkung aku dalam sepi
Lepaslah sinaran malam
Lalu, kupeluk kesendirian_

Masih kulihat apa yang tak harus terlihat
Indahnya kemunafikan
Lemahnya kebahagiaan
Lalu, kurebahkan kebohongan_

Jejak tawa yang mulai samar
Senyum pahit enggan pergi
Lemah aku dalam penyesalan
Lalu, kupegang erat segenggam air mata_

Memohon rintihan bermakna
Hingga akhirnya sayup- sayup menghilang
Adanya kabut biru melintas
Lalu, bersujudlah aku di tepian itu_


0 Responses to “bahasa tinggal rasa”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3 other followers

January 2009
M T W T F S S
    Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d bloggers like this: