16
Jan
09

INCEST, SALAH SIAPA ?

INCEST, SALAH SIAPA ?

Peristiwa amoral terjadi di Jambi. Seorang ibu hamil akibat berhubungan dengan anak kandungnya sendiri. Perempuan 35 tahun itu kini mengandung delapan bulan.
Peristiwa ini menghebohkan warga Karang Solok, Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muarojambi, Jambi. Kini perempuan bernama Sumini itu beserta anak laki-lakinya, Feriyanto yang masih berusia 16 tahun, diamankan di kantor polisi.
Hubungan suami istri dilakukan ibu dan anak itu bermula ketika telepon seluler milik Feriyanto sering memuat foto-foto porno. Dan celakanya, foto-foto syur itu diperlihatkan kepada ibunya. Feri mengakui telah menyetubuhi ibunya empat kali.
Perbuatan bejat itu berawal pada suatu malam, ketika Feri sesak nafas dan minta diobati ibunya. Saat tidur di pelukan ibunya, nafsu pemuda itu pun muncul. Gayung bersambut maka terjadilah hubungan suami istri yang diperankan ibu dan anaknya. Mereka tidur di satu kamar dan melakukan perbuatan terkutuk itu sampai berulang kali di waktu yang berbeda.
Kasus itu terungkap atas laporan Parmin, adik Sumini, kepada warga setempat yang curiga melihat perut Sumini membesar padahal ia sudah 15 tahun hidup menjanda. Kejadian yang membuat malu warga desa itu kemudian dilaporkan kepada kepala desa setempat. Setelah diselidiki warga, ternyata kehamilan Sumini hasil berhubungan intim dengan Feri, anak kandungnya sendiri. Hasil pemeriksaan sementara dan dari pengakuan kedua pelaku terungkap, keduanya melakukan perbuatan bejat itu atas dasar suka sama suka. Masing-masing mengaku tidak dipaksa.
Lalu, incest kesalahan siapa? kasus incest yang terjadi di Jambi tersebut adalah sebuah tambahan PR untuk para rohaniawan, kaum moralis dan fanatikus agama di negeri ini. Bukannya saya ingin menyalahkan suatu agama, namun sebuah incest story yang menggemparkan tidak akan mungkin terjadi apabila kita lebih memperdalam kembali ajaran-ajaran dan nilai-nilai yang telah ditetapkan dalam suatu agama, karena pada dasarnya semua agama mengajarkan kita untuk berperilaku baik. Oleh karena itu incest dapat dengan mudah terjadi akibat kemajuan IPTEK yang tidak sejalan dengan IMTAQ. Jika dilihat dari kesalahan pelaku, maka kasus ini mutlak adalah kesalahan ibunya yang memang sudah hidup menjanda selama 15 tahun, hal itu membuktikan bahwa dirinya memang “haus”. Namun, meski anak yang memancing perbuatan tidak senonoh itu, semestinya sang ibu yang memegang kontrol dan menahan diri. Hal itu turut membuktikan, begitu pentingnya mengajarkan seks sejak anak berusia dini.
Kita sebagai orang yang beragama hendaknya lebih memperdalam lagi ilmu agama kita, karena agama atau sistem nilai ideal selalu menganjurkan untuk selalu saling mengingatkan. Anjuran seperti itu memungkinkan setiap orang bisa mendeskripsikan nilai-nilai dan perilaku ideal yang seharusnya. Penggunaan IPTEK juga hendaknya disertai dengan penguatan IMTAQ dalam diri seseorang. Secara global, revolusi yang radikal di bidang pendidikan, kebudayaan dan hukum harus memberlakukan hukum yang sangat tegas dan sekeras kerasnya. UU pornografi yang kurang peduli, sehingga kejadian ini seolah adalah efek sekunder kejahatan pemerintah dewan dan sikap tak acuh masyarakat yang harus kita lawan dengan tidak “menyantap” lagi hal-hal yang berbau pornografi dan pornoaksi, terlebih bagi anak-anak. Sehingga, bentuk pengajaran seks sejak anak berusia dini sangat diperlukan mengingat banyaknya orang yang masih salah paham terhadap kegunaan Sex Education. Yang terakhir adalah peran orang tua, Ibu seharusnya dapat menolak seluruh aspek yang dapat menimbulkan hal-hal negative, terlebih masalah seks anak usia dini.
Beberapa hal diatas selayakya dapat dilaksanakan secara maksimal, maka insya allah kasus serupa tidak akan terjadi kembali. Jika tidak ada yang peduli, maka akan semakin banyak lagi anak-anak di muka bumi ini yang menjadi korban.


0 Responses to “INCEST, SALAH SIAPA ?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 3 other followers

January 2009
M T W T F S S
    Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

My twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d bloggers like this: